Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembiakan secara Generatif

Apa dan Bagaimana Perbanyakan Generatif itu ? 

Perbanyakan secara generatif akan menghasilkan tanaman kakao semaian dengan batang utama ortotrop yang tegak, mempunyai rumus daun 3/8, dan pada umur tertentu akan membentuk perempatan/jorket (jorquet) dengan cabang-cabang plagiotrop yang mempunyai rumus 1/2. 

Rumus daun 3/8 artinya sifat duduk daun seperti spiral dengan letak duduk daun pertama sejajar dengan daun ketiga pada jumlah daun kedelapan. Sementara itu, rumus daun setengah artinya sifat duduk daun berseling dengan letak daun pertama sejajar kembali setelah daun kedua. 

Bagaimana perbanyakan generatf dilakukan ? 

Perbanyakan generatif dapat dilakukan dengan dua cara :

1. Secara buatan 
Perbanyakan secara buatan dapat dilakukan dengan menyilangkan dengan tangan antara dua tanaman pada kakao. Serbuk sari jantan tanaman kakao ditempelkan pada kepala putik tanaman kakao. 

2. Secara alami
Perbanyakan secara alami biasanya dilakukan oleh lalat yang menempelkan serbuk sari jantan pada kepala putik tanaman kakao. 

Dalam budidaya tanaman kakao baiknya petani menyiapkan pembibitan secara mandiri untuhk rehabilitasi pada tanaman kakao. Pembangunan fasilitas pembibitan sendiri akan memberikan manfaat kepada petani itu sendiri antara lain : 

  1. Petani dapat memilih  klon apa yang diinginkan atau klon yang ingin dibutuhkan
  2. Petani dapat mengatur waktu pertumbuhan bibit dan disesuaikan dengan kepentingan petani dalam melakukan peremajaan pada kebunnya 
  3. Menjadi peluang bisnis bagi petani dengan menjual bibit yang telah dikembangkan secara generatif dari klon unggul Petani akan lebih mudah mendapatkan bibit untuk dirinya sendiri.

Dalam budidaya kakao pada saat tiba waktu untuk merehabilitasi tanaman lebih baik petani membuat pembibitan secara mandiri, dalam membuat pembibitan beberpa hal yang harus jadi Pertimbangan yaitu 

  1. Biaya, 
  2. Tujuan dan kegunaan
  3. Berapa jumlah bibit yang akan dibutuhkan

Perencanaan dan Pengelolaan pembibitan yang baik akan menghasilkan bibit bermutu baik , dan pertumbuhannya akan cepat jika telah dipindahkan ke kebun. Ada beberpa Hal  yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembibitan adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan Lokasi Pembibitan 
  2. Lokasi pembibitan harus dipermukaan tanah yang rata
  3. Dekat dengan jalan / dapat diakses kendaraan agar memudahkan pada saat pengangkutan
  4. Saluran / Drainase yang baik supaya air tidak tergenang 
  5. Dekat dengan sumber air, agar lebih memudahkan penyiraman
  6. Baiknya Berdekatan dengan lokasi penanaman 
  7. Hindari dari jangkauan ternak seperti sapi tau kambing
  8. Bersihkan daerah pembibitan dari semut.
  9. Jauh dari lokasi serangan VSD atau kebun yang tinggi serangan VSD

Pembibitan sebaiknya Ditutup dengan atap plastik, ini akan membantu mengurangi resiko VSD dan Jangan membuat tempat pembibitan yang berdekatan dengan pohon kakao / kebun yang terinfeksi dengan VSD, busuk buah dan kanker batang. 

Dalam melakukan pembibitan pasti kita membutuhkan buah / biji yang baik berikut ini adalah beberpa tehnik Pemilihan Biji Kakao 

  1. Pilihlah biji kakao yang besar, sehat / tidak terserang hama dan penayakit
  2. Pemilihan buah / biji kakao sebaiknya dilakukan pada saat musim panen kakao
  3. Tambahan biji 20%. Contohnya :  

Kebutuhan bibit kakao untuk 1 Ha pada tanah datar dengan jarak tanam 3x3 m, maka kebutuhan bibitnya = 1.111 bibit, persediaan sulaman 20% = 222 bibit. Jumlah = 1.333 bibit/1.300. Jadi kebutuhan biji 1.898 biji (dengan rumus 1,46 x 1.300). Untuk tanah miring, jarak tanam yang digunakan 4 x 2,5 m. Maka kebutuhan bibitnya = 1.000 bibit, cadangan 20% = 200 bibit, jadi total kebutuhan bibit = 1.200 bibit. Jadi kebutuhan benih = 1.752 biji (dengan rumus 1,46 x 1.200) Budidaya dan Pasca Panen KAKAO 25 Polibag dan Pengisian Tanah (1) Ukuran polibag tergantung lamanya bibit ditempat pembibitan: 5-6 bulan ukuran 20 x 30 cm atau 25 x 40 cm untuk bibit > 6 bulan. 

Hal terpenting juga pada saat melakukan pembibitan adalah media tanam, 

  1. Tanah, menggunakan tanah yang subur/ kompos, ciri - ciri tanah yang subur adalah warnanya coklat kehitam hitaman. 
  2. Sebelum melakukan pengisian ke polybag bersihkan tanah terlebih dahulu dari akar akar, potongan potongan kayu atau tanah yang menggumpal sangat baik jika dilakukan pengayakan terlebih dahulu.
  3. Pada saat pengisian polybag Penuhi polybag dengan tanah hingga 2-3 cm dari permukaan polybag. 
  4. Lipat bagian bawah polibag atau bisa juga balik polybag agar tidak memudahkan polybag jatuh/rebah.
  5. Jika tanah sudah dimasukkan kedalam polybag, diamkan selama satu minggu

Cara memilih biji pada buah kakao dengan baik: 

  1. Belahlah buah coklat dengan menggunakan benda yang tumpul seperti balok. 
  2. Pilih biji pada bagian tengah atau hanya biji yang besar dan sehat. 
  3. Pisahkan biji dari plasenta 
  4. Bersihkan biji dengan arang, atau menggosoknya (hati-hati jangan sampai biji terluka) 
  5. Semaikan diatas karung goni, karung goni harus  lembab selama masa perkecambahan.
  6. Biji berkecambah dalam waktu 1 sampai dengan 2 hari 
  7. Biji ditanam mengarah kebawah dan lebih kurang ½ dari biji harus tertutup tanah. 
  8. Kotiledon akan muncul setelah 1 minggu setelah biji disemai


Post a Comment for "Pembiakan secara Generatif"