Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembiakan secara Vegetatif Dan Generatif

Bagaimana dengan Perbanyakan Vegetatif dan apa saja yang diperlukan dalam perbanyakan Vegetatif?

Bahan bahan yang digunakan untuk perbanyakan vegetatif adalah,  batang, cabang, akar dapat juga daun. Sampai sekarang perbanyakan secara vegetatif pada  tanaman kakao yang sering digunakan sebagai bahan tanam adalah batang atau cabang yang disebut dengan entres. Adapun Ciri entres yang baik adalah , ukurannya relatif sama dengan batang bawah, tidak terlalu muda atau tua , tidak terserang penyakit penggerek batang, entres masih segar.

Perbanyakan secara vegetatif tanaman kakao dapat dilakukan dengan cara, setek, kultur jaringan, okulasi. Perbanyakan secara vegetatif yang sering dan mudah dilakukan adalah dengan okulasi, karena penyetekan masih sulit dilakukan di tingkat pekebun. Sementara itu, perbanyakan secara kultur jaringan dikalangan petani belum ada yang melakukan cara perbanyakan kultur jaringan dan kultur jarinan belum diketahui oleh petani sedangkan Okulasi dilakukan dengan menempelkan entres pada batang bawah yang telah disayat kulit kayunya dengan ukuran tertentu, diikat, dipelihara sampai menempel dengan baik walaupun tanpa di ikat

Pada Tanaman kakao hasil perbanyakan secara vegetatif memiliki bentuk pertumbuhan sesuai dengan entres yang digunakan. Jika entres berasal dari cabang plagiotrop, pertumbuhan tanaman yang dihasilkan akan seperti cabang plagiotrop dengan bentuk pertum-buhan seperti kipas. Perbanyakan vegetatif akan menghasilkan tanaman yang secara genetis sama dengan induknya sehingga akan diperoleh tanaman kakao yang produktivitas serta kualitasnya seragam. Karena itu, penggunaan bahan tanam vegetatif yang berasal dari klon-klon kakao yang sudah teruji keunggulannya akan lebih menjamin produktivitas dan kualitas biji kakao yang dihasilkan. Perbanyakan tanaman kakao secara vegetatif telah lama dilakukan pada tanaman kakao mulia dengan cara okulasi dengan menggunakan bahan tanam berupa entres klon-klon unggul dari jenis S1, S2, MCC01.

1. Okulasi

Tempelan dengan cara okulasi disarankan dilakukan pada ketinggian 15-30 cm dari permukaan tanah. batang bawah yang dipilih baiknya bagian yang terlindung dari kemungkinan kerusakan oleh faktor-faktor alam.

Sistem dengan okulasi yang dikenal saat ini ada dua cara. Cara yang digunakan di suatu tempat dengan tempat lain mungkin berbeda, ini karena disesuaikan dengan iklim, Beberapa metode okulasi sebagai berikut :

  1. Metode forket, banyak digunakan untuk okulasi pada tanaman kakao karena telah terbukti memberi banyak keuntungan karena caranya lebih  mudah, cepat dan produksi lebih tinggi
  2. Metode T, lebih banyak digunakan dalam budidaya pada tanaman buah-buahan.

2. Sambung samping

Sambung samping, pada tanaman kakao yang sehat dibuat tapak sambungan pada ketinggian 45-75 cm dari pangkal batang, tapi ini kembali dari keadaan serangan hama babi bisa, lebih tinggi lagi dari ukuran yang direkomendasikan. Jika pada tanaman kakao yang sakit, sambungan dapat dibuat pada chupon dewasa atau melakukan sambung pucuk pada chupon muda.  Entres yang digunakan berwarna hijau, sehat tidak terserang penyakit dengan 3- 5 mata tunas.

Setelah kurang lebih 21 hari atau pucuk sudah keluar dan berdaun Plastik sudah bisa dibuka pada. Tali pada  bagian bawah dibiarkan agar sambungan dapat melekat kuat. Dianjurkan Sambungan disemprot  insektisida dan fungisida dengan dosis 2 ml/liter air. Setelah sambungan sudah  berumur tiga  bulan atau panjang tunas sudah mencapai sekitar 45 cm, pucuk sambungan dipotong dengan meninggalkan 3-5 mata tunas untuk pembentukan dahan utama. Pemupukan dilakukan setelah sambungan berumur 4-6 bulan, diikuti pemupukan lanjutan dua kali setahun pada awal dan akhir musim hujan.

Apa dan Bagaimana Perbanyakan Generatif itu ? 

Perbanyakan secara generatif akan menghasilkan tanaman kakao semaian dengan batang utama ortotrop yang tegak, mempunyai rumus daun 3/8, dan pada umur tertentu akan membentuk perempatan/jorket (jorquet) dengan cabang-cabang plagiotrop yang mempunyai rumus 1/2. 

Rumus daun 3/8 artinya sifat duduk daun seperti spiral dengan letak duduk daun pertama sejajar dengan daun ketiga pada jumlah daun kedelapan. Sementara itu, rumus daun setengah artinya sifat duduk daun berseling dengan letak daun pertama sejajar kembali setelah daun kedua. 

Bagaimana perbanyakan generatf dilakukan ? 

Perbanyakan generatif dapat dilakukan dengan dua cara :

1. Secara buatan 
Perbanyakan secara buatan dapat dilakukan dengan menyilangkan dengan tangan antara dua tanaman pada kakao. Serbuk sari jantan tanaman kakao ditempelkan pada kepala putik tanaman kakao. 

2. Secara alami
Perbanyakan secara alami biasanya dilakukan oleh lalat yang menempelkan serbuk sari jantan pada kepala putik tanaman kakao. 

Dalam budidaya tanaman kakao baiknya petani menyiapkan pembibitan secara mandiri untuhk rehabilitasi pada tanaman kakao. Pembangunan fasilitas pembibitan sendiri akan memberikan manfaat kepada petani itu sendiri antara lain : 

  1. Petani dapat memilih  klon apa yang diinginkan atau klon yang ingin dibutuhkan
  2. Petani dapat mengatur waktu pertumbuhan bibit dan disesuaikan dengan kepentingan petani dalam melakukan peremajaan pada kebunnya 
  3. Menjadi peluang bisnis bagi petani dengan menjual bibit yang telah dikembangkan secara generatif dari klon unggul Petani akan lebih mudah mendapatkan bibit untuk dirinya sendiri.

Dalam budidaya kakao pada saat tiba waktu untuk merehabilitasi tanaman lebih baik petani membuat pembibitan secara mandiri, dalam membuat pembibitan beberpa hal yang harus jadi Pertimbangan yaitu 

  1. Biaya, 
  2. Tujuan dan kegunaan
  3. Berapa jumlah bibit yang akan dibutuhkan

Perencanaan dan Pengelolaan pembibitan yang baik akan menghasilkan bibit bermutu baik , dan pertumbuhannya akan cepat jika telah dipindahkan ke kebun. Ada beberpa Hal  yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembibitan adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan Lokasi Pembibitan 
  2. Lokasi pembibitan harus dipermukaan tanah yang rata
  3. Dekat dengan jalan / dapat diakses kendaraan agar memudahkan pada saat pengangkutan
  4. Saluran / Drainase yang baik supaya air tidak tergenang 
  5. Dekat dengan sumber air, agar lebih memudahkan penyiraman
  6. Baiknya Berdekatan dengan lokasi penanaman 
  7. Hindari dari jangkauan ternak seperti sapi tau kambing
  8. Bersihkan daerah pembibitan dari semut.
  9. Jauh dari lokasi serangan VSD atau kebun yang tinggi serangan VSD

Pembibitan sebaiknya Ditutup dengan atap plastik, ini akan membantu mengurangi resiko VSD dan Jangan membuat tempat pembibitan yang berdekatan dengan pohon kakao / kebun yang terinfeksi dengan VSD, busuk buah dan kanker batang. 

Dalam melakukan pembibitan pasti kita membutuhkan buah / biji yang baik berikut ini adalah beberpa tehnik Pemilihan Biji Kakao 

  1. Pilihlah biji kakao yang besar, sehat / tidak terserang hama dan penayakit
  2. Pemilihan buah / biji kakao sebaiknya dilakukan pada saat musim panen kakao
  3. Tambahan biji 20%. Contohnya :  

Kebutuhan bibit kakao untuk 1 Ha pada tanah datar dengan jarak tanam 3x3 m, maka kebutuhan bibitnya = 1.111 bibit, persediaan sulaman 20% = 222 bibit. Jumlah = 1.333 bibit/1.300. Jadi kebutuhan biji 1.898 biji (dengan rumus 1,46 x 1.300). Untuk tanah miring, jarak tanam yang digunakan 4 x 2,5 m. Maka kebutuhan bibitnya = 1.000 bibit, cadangan 20% = 200 bibit, jadi total kebutuhan bibit = 1.200 bibit. Jadi kebutuhan benih = 1.752 biji (dengan rumus 1,46 x 1.200) Budidaya dan Pasca Panen KAKAO 25 Polibag dan Pengisian Tanah (1) Ukuran polibag tergantung lamanya bibit ditempat pembibitan: 5-6 bulan ukuran 20 x 30 cm atau 25 x 40 cm untuk bibit > 6 bulan. 

Hal terpenting juga pada saat melakukan pembibitan adalah media tanam, 

  1. Tanah, menggunakan tanah yang subur/ kompos, ciri - ciri tanah yang subur adalah warnanya coklat kehitam hitaman. 
  2. Sebelum melakukan pengisian ke polybag bersihkan tanah terlebih dahulu dari akar akar, potongan potongan kayu atau tanah yang menggumpal sangat baik jika dilakukan pengayakan terlebih dahulu.
  3. Pada saat pengisian polybag Penuhi polybag dengan tanah hingga 2-3 cm dari permukaan polybag. 
  4. Lipat bagian bawah polibag atau bisa juga balik polybag agar tidak memudahkan polybag jatuh/rebah.
  5. Jika tanah sudah dimasukkan kedalam polybag, diamkan selama satu minggu

Cara memilih biji pada buah kakao dengan baik: 

  1. Belahlah buah coklat dengan menggunakan benda yang tumpul seperti balok. 
  2. Pilih biji pada bagian tengah atau hanya biji yang besar dan sehat. 
  3. Pisahkan biji dari plasenta 
  4. Bersihkan biji dengan arang, atau menggosoknya (hati-hati jangan sampai biji terluka) 
  5. Semaikan diatas karung goni, karung goni harus  lembab selama masa perkecambahan.
  6. Biji berkecambah dalam waktu 1 sampai dengan 2 hari 
  7. Biji ditanam mengarah kebawah dan lebih kurang ½ dari biji harus tertutup tanah. 
  8. Kotiledon akan muncul setelah 1 minggu setelah biji disemai

Sambung pucuk (top grafting) adalah salah satu metode dalam peremajaan tanaman secara vegetatif dengan menanam klon yang unggul. hal ini sering dilakukan pada bibit yang berumur tiga bulan. kenpa harus tiga bulan agar bibitnya sudah siap, dan penyambungan  dimaksudkan untuk mendapatkan bibit baru yang mempunyai keunggulan: produksi tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit serta mudah dalam perawatan.

beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam top grafting pada bibit kakao

  1. Siapkan Peralatan seperti : tali rapiah, plastik sungkup, gunting pangkas, gunting kain, pisau, entres
  2. Pilihlah bibit yang telah berumur 3 bulan.
  3. Bersihkan bagian pangkal sambungan pohon dari debu dan tanah; pada potongan penyambungan, tinggalkan 3-4 pucuk daun di bawah tempat sambungan pucuk.
  4. Mata tunas dari dahan mata tunas klon terpilih diambil dengan membuat potongan sepanjang ± 10 cm atau mempunyai 2-4 mata tunas.
  5. Setelah siap menyediakan mata tunas, belah dua pucuk yang akan disambung dari atas ke bawah dengan jarak 4-5 cm atau mengikut ukuran irisan sambungan mata tunas.
  6. Masukkan entris mata tunas ke dalam belahan pucuk. Hindari sentuhan kulit sebelah dalam mata tunas karena dapat menyebabkan sambungan tidak berhasil. Sambungkan mata tunas dengan segera untuk menghindari kambium mata tunas kering.
  7. Mata tunas diikat kuat dengan menggunakan tali rapiah berukuran kecil dengan ukuran 10 cm. Mulai dari bawah ke atas di bagian tapak penyambungan atau belahan. 
  8. Sungkup dengan plastik es dan ikat dibagian bawah.

              Untuk lebih jelasnya silahkan di tonton vidionya


Beberapa hal yang peru dilakukan setelah penyambungan 

  1. Penyiraman bibit kakao sehari sebelum menyambung hendaklah dihentikan.
  2. Bibit tidak boleh disiram dalam jangka waktu 2-3 hari. Untuk penyiraman cuma diperlukan 0.5 liter air per hari.
  3. Setelah 10–15 hari tunas akan keluar
  4. Mata tunas yang masih hijau menandakan sambungan telah berhasil, manakala tunas hitam menandakan sambungan gagal. Buka plastik penutup.
  5. Bibit tempelan boleh dipindahkan ke kebun setelah 4–6 bulan untuk penanaman ulang, baru atau penyisipan. 

Pengaturan Bentuk. Pengaturan bentuk yang dimaksud disini adalah pengaturan pertumbuhan cabang-cabang yang tumbuh pada bibit ataupun tanaman kakao, sehingga memudahkan pertumbuhan cabang produktif dan membantu dalam mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk. Pengaturan bentuk dapat dilakukan pada bibit, juga pada tanaman.  Beberapa cara pengaturan bentuk di pembibitan. Ketika bibit berumur satu bulan setelah sambungan, lakukan pengaturan bentuk dengan cara mengikatnya dengan tali, memastikan supaya bibit dapat tumbuh tegak.  Tanaman berumur empat bulan, di mana pertumbuhan cabangnya sudah baik

Post a Comment for "Pembiakan secara Vegetatif Dan Generatif"