Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sistem Hidroponik

Sistem Pasang Surut

Dalam sistem pasang surut atau biasa juga disebut sebagai Flood and drain system, taaman dapat mendapatkan air, oksigen dan nutrisi melalui pemompaan dati bak penamampung yang dipompakan kemedia agar dapat membasahi akar ( yang disebut proses pasang). Kemudian setelah beberapa waktu ar nutrisi akan turun kembali menuju bak penampungan, sistem ini biasa disebut dengan ebb and flow system. Sistem ini pada posisi pompa air dibenamkan pada larutan nutrisi akan dihubungkan dengan timer. Jeda waktu antara proses pasang dan surut dapat diatu dengan menggunakan timer sesuai kebutuhan tanaman agar tanaman tidak tidak terlalu tergenang atau kekurangan air.

Beberapa media pertumbuhan dapat di gunakan pada sistem hidroponik ini. Akan tetapi idealnya kita memilih media tanam yang mampu menahan air cukup lama, saat terjadi gangguan aliran listrik akar tanaman masih bisa bertahan dengan sisa air yang tersimpan dalam media tanam 

Sitem Rakit Apung

Sistem rakit apung atau floating hidroponic system (FHS) merupakan suatu budidiya tanaman (khususnya sayuran) dengan cara menanamkan /menancapkan tanaman pada lubang styrofoam yang mengapung diatas permukaan laurutan nutrisi dalam suatu bak penampungan atau kolam, sehingga akar tanaman terapung atau terendam dalam larutan nutrisi. Metode ini dikembangkan pertama kali oleh jansen (1980) di Arizona dan Massantini (1976) di italia. Pada sistem ini, larutan nutrisi tidak disirkulasikan, namun dibiarkan pada bak penampung dan dapat digunakan lagi dengan cara mengontrol kepekatan larutan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini perlu dilakukan karena dalam jangka waktu yang cukup lama, akan terjadi pengkristalan dan pengendapan nutrisi pada dasar kolam yang dapt menganggu pertumbuhan tanaman. 

Beberapa karakteristik pada sistem ini adalah Flutuasi suhu larutan nutrisi lebih rendah karena terisolasinya lingkungan perakaran, dan dapat digunakan pada daerah dengan sumber energi litsrik terbatas ( karena tidak terlalu terantung pada listrik) 

Agar styrofoam tahan lama, baisanya bagian tasnya dilapisi plastik mulsa atau aluminium foil. Basanya, bak peampungan air nutrisi mempunyai kedalaman antara 10-20 cm dengan kedalaman larutan nutrisi berkisar antara 6-10 cm, untuk meningkatkan suplai oksigen ke akar tanaman, anda bisa juga menggunakan alat tambahan seperti pompa aquarium, aerator,atau powerhead dengan nepel udara yang dimasukkan kedalam bak penampungan air nutrisi. 

Sistem Aeroponik 

Salah satu sistem yang biasa digunakan dalam hidroponik, ini bisa dibilang salah satu sistem yang mutakhir. karena sistem ini tidak memerlukan media tanam, prinsip kerjanya dengan menyemprotkan larutan nutrisi yang dikabutkan ke akar tanaman yang menggantung bebeas, 
Frekuensi pada pengkabutan haruslah teratur jika tidak dilakukan dengan teratur akar pada tanaman akan cepat kering. Pada sistem aeroponik menggunakan waktu / timer untuk mengatur menyala dan dan matinya pompa penyemprot larutan nutrisi. Timer yang hrus digunakan untuk sistem ini haruslah yang berkualitas, karena  ada hal yang harus kita hindari seperti kerusakan pada timer karena frekuensi on off yang begitu singkat. Pertumbuhan tanaman pada sistem aeroponik bisa lebih cepat dibandingkan dengan sistem hidroponik lainnya, karena nutrisi yang dikabutkan lebih mudah diserap oleh akar tanaman, sistem ini sangat cocok digunakan untuk budidaya pada tanaman yang kebutuhan nutrisi tinggi seperti tanaman kentang. semua sistem pada hidroponik pasti ada kelemahan dan kelebihan masing masing, berikut adalah kelebihan dan kekurangan pada sistem aeroponik.

Kekurangan :
  1. Sprayer mudah tersumbat
  2. Membutuhkan biaya instalasi yang agak mahal
  3. Sangat rentan terhadap penyakit akar
  4. Akar harus selalu disiram , karena tanaman dapat mengering dengan sangat cepat
  5. Apabila pompa berhenti tanaman dapat mati
  6. Tingkat perubahan pada pH sangat tinggi
Kelebihan 
  1. Tidak memerlukan lokasi yang sangat luas
  2. Waktu panen tanaman cepat
  3. Tidak bergantung pada musim
  4. Hasil pada tanaman yang dipanaen, bersih dan sehat
  5. Resiko serangan hama dan penyakit kecil
  6. Tanaman  dapat suplai larutan nutrisi secara terus menenurs
  7. Lebih menghemat air dan nutrisi
  8. Kandungan oksigen dalam larutann nutrisi tinggi
  9. Tanaman dapat dipindahkan tanpa merusak atau membuat tanaman stress
  10. Mudah dalam perawatan dan pemeliharaan 

NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)

Bagaimana cara kerja sistem NFT ?
Sistem ini termasuk yang disukai banyak petani hidroponik, cara kerjanya dalam sistem hidroponik adalah mengalirkan larutan nutrisi yang dipompa dari reservoir secara terus menerus atau 24 jam, kedalam traypertumbuhan, yang biasa digunakan oleh petani adalah pipa PVC atau talang air, bagian akar yang terendam nutrisi kurang lebih ½ nya saja. Nutrisi yang mengalir melewati perakaran pada tanaman akan kembali ke resrvoir, jadi silusnya berulang ulang terus. Sistem ini sangat tergantung pada listrik, karena air/nutrsi tidak boleh berhenti mengalir. 

Hal hal apa saja yang perlu kita perhatikan dalam sistem NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)
Ini ?
Ini adalah beberapa hal yang hrus diperhatikan : 
  1. Kemiringan talang antara 1-5 % supaya nutrisi bisa mengalir dengan baik tidak menyebabkan genangan, atau tidak lancar. 
  2. Lebar talang harus cukup untuk menghindari terbendungnya nutrisi pada saat akar nanti sudah mulai menjalar
  3. Nutrisi yang diberikan harus sesuai dengan takaran yang dibutuhkan oleh tanaman atau menyesuaikan dengan usia tanaman agar tumbuh dengan baik
  4. Kecepatan aliran masuk jangan terlalu cepat, bisa diatur dengan menggunakan pembukaan kran antara 0.3 samapi 0.75 L/Menit
  5. Suhu lingkungan harus sesuai dengan karakter tanaman agar tanaman tmbuh dengan baik, bisa saja tanaman tidak tumbuh dengan baik atau mati jika suhu di lingkungan tidak sesuai. 
Setiap sistem yang digunakan dalam pertanian hidroponik pasti ada kelemahan dan kekurangannya, berikut kelemahan dan kekurangan sistem NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)

Kelebihan 
  1. Tidak tergantung oleh musim
  2. Sangat mudah dalam melakukan perawatan karena kita tidak mesti melakukan penyiraman
  3. Kita lebih menghemat air dan nutrisi
  4. Kandungan oksigen dalam larutan nutrisi tinggi
  5. Tanaman juga mendapatkan suplai air, oksigen, dan nutrisi terus menerus
  6. Tanamn dapat dipindahkan tanpa merusak akar pada tanaman
  7. Serangan hama dan penyakit dapat diminialisir
  8. Watu panen cepat
  9. Yang paling penting juga adalah sistem ini tidak memerlukan tepat yang luas
  10. Sayuran yang dihasilkan bersih, sehat, reyah, dan bercita rasa tinggi 
Kekurangan 
  1. Sprayer biasanya mudah tersumbat
  2. Sangat bergantung pada listrik
  3. Membutuhkan biaya isntalasi yang agak mahal
  4. Jika pompa berhenti tanaman akan lebih cepat mati
  5. Akar harus selalu disiram, 
  6. Tingkat flutuasi perubahan PH air sangat tinggi
  7. Rentan terhadap penyakit pada akar

Itulah beberapa penjelasan terhadap sistem aeroponik , selamat bertani

Post a Comment for "Sistem Hidroponik"